Jumat, 10 Agustus 2012

Miracle of Imam Hadi a.s





سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Miracle of Imam Hadi a.s
In a field opposite his (mutawakkil) palace, Mutawakkil had kept in captivity many man-eating wild animals like lions, tigers, leopards and bears etc. A very high wall surrounded this field. The field was known as Barkatul Saba. When Mutawakkil used to be extremely angry with a criminal, he was pushed into this enclosure. The beasts inside used to pounce on him and finish him off in no time.

One day Mutawakkil summoned Imam Ali Naqi (a.s) and said to him, “I have heard that you are instigating people to revolt against me.” Imam (a.s) said, “Whoever has conveyed this has given you incorrect information. I have never taken part in any political matter.” He said, “You are trying to fool me.” Imam (a.s) became angry at this allegation and he said, “Do you consider me like yourself? We are Ahl ul-Bayt of the Messenger. We never resort to intrigue.” Mutawakkil ordered him to be thrown to the beasts, and he himself went to the terrace of his palace to watch the drama. The slaves tried to forcibly take Imam (a.s) to the enclosure of the wild animals but he said, “There is no need to apply force, I will go there myself.” The Holy Imam walked with absolute tranquility and opening the door of the enclosure stepped inside. All those who witnessed this daring were shocked. As soon as he reached inside all the beasts gathered around him and wagging their tails fell down at his feet, while the Imam caressed their heads and backs in affection. After this Imam (a.s) calmly spread his prayer mat and performed Prayer. The beasts surrounded him in a circle and watched his dignified worship. Seeing this, Mutawakkil was bewildered and he had to face intense regret.

Peace and blessings be upon Prophet Mohammad and his purified progeny may Allah hasten the reappearance of our Imam and extreme curse be on their enemies.
, حسن اللامي, يا لثارات البقيع,


Artinya:

Keajaiban Imam  Hadi (as)
Dalam medan berlawanan (Mutawakkil) nya istana, Mutawakkil telah disimpan di penangkaran banyak pemakan manusia hewan liar seperti singa, harimau, macan tutul dan beruang dll Sebuah dinding yang sangat tinggi dikelilingi bidang ini. Bidang ini dikenal sebagai Barkatul Saba. Ketika Mutawakkil digunakan untuk menjadi sangat marah dengan penjahat, dia didorong ke dalam kandang ini. Binatang-binatang di dalam digunakan untuk menerkam dia dan menghabisinya dalam waktu singkat.

Suatu hari Mutawakkil memanggil Imam Ali Naqi (as) dan berkata kepadanya: "Aku telah mendengar bahwa Anda memicu rakyat untuk berontak terhadap Aku." Imam (as) berkata, "Barangsiapa telah menyampaikan ini telah memberikan informasi yang salah. Saya tidak pernah mengambil bagian dalam setiap masalah politik "Dia berkata,". Anda mencoba untuk menipu saya. "Imam (as) menjadi marah pada tuduhan ini dan dia berkata," Apakah Anda menganggap saya seperti diri sendiri? Kami adalah Ahl ul-Bayt dari Rasul. Kami tidak pernah resor untuk intrik. "Perintah Mutawakkil dia untuk dilemparkan ke binatang, dan ia sendiri pergi ke teras istananya untuk menonton drama. Budak-budak berusaha secara paksa mengambil Imam (as) ke kandang binatang liar tapi ia berkata, "Tidak ada kebutuhan untuk menerapkan kekuatan, saya akan pergi ke sana sendiri." Imam Kudus berjalan dengan ketenangan mutlak dan membuka pintu kandang melangkah masuk. Semua orang yang menyaksikan berani terkejut. Begitu ia sampai di dalam segala binatang berkumpul di sekelilingnya dan mengibaskan ekor mereka jatuh di kakinya, sementara Imam membelai kepala dan punggung mereka dalam kasih sayang. Setelah Imam (as) dengan tenang menggelar tikar doanya dan dilakukan Doa. Binatang mengelilinginya dalam sebuah lingkaran dan menyaksikan ibadah bermartabat nya. Melihat hal ini, Mutawakkil adalah bingung dan ia harus menghadapi penyesalan intens.

Damai dan rahmat atas Nabi Muhammad dan keturunannya dimurnikan semoga Allah mempercepat munculnya kembali kita Imam dan kutukan ekstrim menjadi musuhnya.
, حسن اللامي, يا لثارات البقيع,

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts