Jumat, 24 Juni 2011

"LIMA PULUH - TUJUH" ALIBI (ALASAN) TERPOPULER

"LIMA PULUH - TUJUH" ALIBI (ALASAN) TERPOPULER

Orang-oarang yang gagal dalam hidupnya memiliki kemiripan yg menyolok. Mereka mengetahui penyebab kegagalanny, dan selalu menyiapkan alibi pamungkas yang tak terbantahkan untuk menjelaskan mengapa mereka gagal.

Banyak alibi yang cerdas dan beberapa di antaranaya didukung fakta. Namun alibi tak akan mendapatkan uang. Dunia hanya ingin tahu satu hal: APAKAN ANDA SUKSES?

Seseorang analis watak manusia membuat sedret daftar itu, denang seksama cabalah mengalnalisa diri anda sendiri, dan cabalah temukan berapa alibi yang sering anda buat. Ingat pula bahwa filosofi di dalam buku Think and Grow Rich oleh Napoleon Hill akan membuat alibi itu menjadi usang.

 Kalau saja saya tak punya istri dan keluarga....
 Kalau saja saya diberi motivasi...
 Kalau saja saya punya modal besar....
 Kalau saja saya berpendidikan tinggi...
 Kalau saja saya punya pekerjaan yang bagus...
 Kalau saja saya sehat...
 Kalau saja punya waktu luang...
 Kalau saja kondisi saat itu lebih baik...
 Kalau saja orang mengerti saya...
 Kalau saja kondisinya berbeda saat itu...
 Kalau saja saya bisa berlahir kembali..
 Kalau saja saya tak takut apa kata "MEREKA"...
 Kalau saja saya diberi kesempatan...
 Kalau saja sekarang punya kesempatan...
 Kalau saja orang tidak menjegal saya...
 Kalau saja tak ada kendala...
 Kalau saja usia saya masih muda...
 Kalau saja saya bisa melakukan naiat saya..
 Kalau saja saya lahir kaya..
 Kalau saja saya bertemu orang yang tepat..
 Kalau saja saya punya bakat sepeti kebanyakan orang...
 Kalau saja saya berani sedikit agresif...
 Kalau saja kesempatan itu saya rebut...
 Kalau saja saya tak dibuat marah...
 Kalau saja saya tak harus mengurus rumah dan anak-anak...
 Kalau saja saya bisa menabung...
 Kalau saja bos menghargai kerja saya...
 Kalau saja ada yang menolong saya...
 Kalau saja keluarga saya mengerti..
 Kalau saja saya hidup di kota besar...
 Kalau saja saya bebas...
 Kalau saja saya punya kepribadian seperti mereka...
 Kalau saja saya tidak gendut...
 Kalau saja bakat saya ada yang menemukan...
 Kalau saja saya boleh minta peluang sedikit...
 Kalau saja saya bisa melunasi utang" itu...
 Kalau saja saya tau caranya...
 Kalau saja semua orang tak menentang saya...
 Kalau saja tak ada yang membuat saya cemas...
 Kalau saja keluarga saya tak boros...
 Kalau saja saya percaya diri saat itu...
 Kalau saja nasib saya tak apes...
 Kalau saja peruntungan saya baik...
 Kalau saja saja takdiri bisa diubah...
 Kalau saja saya tak harus kerja keras...
 Kalau saja saya tak kehilanang uang...
 Kalau saja lingkuangn saya kondusif...
 Kalau saja masa lalu saya baikl...
 Kalau saja orang mau menderarkan saya...
 Kalau saja Tuhan Meridhoi (insya Allah)...

 kalau saja dan inilah alibi yang paling besar-saya punya nyali untuk melihat diri saya apa adanya, kalau saya bisa mencari tau apa yang pada diri saya dan mengoreksinya, maka saya akan mendapatkan kesempatan untuk memetik hikmahdan kesalahanitu dan belajar dari pengalaman orang lain. Memang ada yg Salah pada diri saya, dan kalau saja saya mluangkan waktu untuk menganalisa kelemahan saya, saya TIDAK AKAN SEPERTI INI, dan tak pelu membuang-buang waktu untuk membangun alibi untuk menutupinya.

 Membangun alibi untuk menjelaskan kegagalan adalah kebiasaan orang di seluruh negeri. kebiasaan itu sama tuanya dengan peradaban manusia, dan sangat fatal dampaknya terhadap kesusesan Anda! Mengapa orang mempertahankan alibi itu karena merka sendiri yang "MENCIPTAKANNYA"! aLIBI Adalah buah imajinasi seseorang. Sudah wajar kalau orang membela buah pikirannya.

 Membangun alibi suadh menjadi kebiasaan yang mengkar dalam. Alibi sulit dibuang. terutama kalau memberikan pembenaran terhadap sesuatu yang kita lakukan. Dengan jitu Plato mengatakan: "Kemenangan pertama dan yang terindah adalah mengatakan diri sediri. Dikalahkan diri sendiriadalaha sangat memalukan dan Hina". Ada filusuf lain yang sependapat dan berkata: "Saya sungguh kaget ketika saya lihat keburukan orang lain merupakan cerminan keburukan saya sendiri".

 Elbert Hubbart Berkata: "Saya selalu penasaran mengapa orang tak henti-hentinya membodohi diri sendiridengan menciptakan Alibi untuk menutup-nutupi kelemahan mereka. Kalau mereka menggunakan akalnya secara positif, merka akan mampumengobati kelemahannya, dan mereka tak akan butuh Alibi lagi".

 Napoleon Hill Mengatakan: "Kehidupan ini mirip papan catur, dan pemain lawan Anda adalah SANG WAKTU. Kalau anda gamang mengambil langkah atau tak bertindak sigap, bidak-bidak  catur Anda akan dilibas SANG WAKTU. Musuh Anda adalah pemain yang tak dapat mentoleransi KEGAMANGAN". Dahulu Anda memiliki alasan logis untuk tak memaksa Alam memberikan apa yang anda inginkan, namun Alibi itu sekarang sudah kuno, karena Anda telah  memiliki Kunci Untuk membuka gudang harta karun kehidupan yang sangant belimpah ruah.

 Kunci Utama itu tak kasat mata, namun dia Sungguh hebat! Kunci tua adalah "KEMAUAN" untuk menciptakan KEINGINAN YANG KUAT  di dalam pikiran Anda untuk menggumpulkan kekayaan. Anda tak akan dihukum kalau tak mau memakai kunci itu, namaun ada risiko yang harus Anda tanggung kalau tak memakainya. Itulah yang di sebut "KEGAGALAN". Kalau Anda menggunkannya, ganjaran yang akan Anda terima Sungguh tak terkira. Itulah kepuasan yang akan di capai oleh orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri dan memaksakan kehidupan memberikan apa yang kita minta. Ganjaran itu sungguh sebanding dengan kreja keras Anda Sekarang sudahkah Anda yakin dan Segra beraksi (TAKE ACTION)???

 Emerson pernah mengatakan: "Kalau kita sepikiran, kita akan bertemu".

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts